Mohon maaf lahir dan bathin
Kami sekeluarga mengucapkan :
Selamat Idul Fitri 1430 H
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ (taqabalallahu minna wa minkum)
تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ (taqabal ya kariim)
وَ اِيَّكُمْ (wa iyyakum)
Cahyo, Sita, Advaya
9:45 AM | | 11 Comments
Menambahkan icon bendera di Blackberry™ Messenger Versi 5.0
Bendera Indonesia ini merupakan "hidden flag" di BBM. Untuk memunculkan, cukup ketik *id* di BBM anda dan voila !....bendera Indonesia berkibar di BBM anda ! Simple tho? Enak tho ? Mantep tho ? *mode mbah surip on*
Semoga bermanfaat
*di BBM saya, bendera ini saya pasang di status nickname. Lihat gambar*
6:33 AM | | 4 Comments
Setting Modem Sierra 881u dengan Telkomsel Flash Unlimited di Linux Ubuntu

Baru saja berhasil mengeset modem sierra 881u di Linux Ubuntu dengan koneksi Telkomsel Flash. Langkah-langkahnya adalah sbb :
1. Buka application-accesories-terminal
2. Ketik sudo gedit /etc/wvdial.conf
3. Copy paste setting di bawah ini
[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Init3 = AT+CGDCONT=1,\"IP\",\"internet\"
Modem Type = Analog Modem
Baud = 9600
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
Dial Command = ATDT
Phone = *99#
Username = wap
Password = wap123
4. Save file
5. Ketik sudo wvdial.
6. Buka browser firefox/epiphany. Pastikan tanda centang work offline non aktif. Voila....ngacir deh internetnya... ;-)
3:47 AM | Labels: Tips | 10 Comments
3 th usia perkawinan kami...
Tepat hari ini, 12 Maret 2009, usia perkawinan kami menginjak 3 tahun. Masih terhitung pendek jika dibanding rekan-rekan yang lebih senior dan sudah berpuluh-puluh tahun mengarungi biduk rumah tangga.
Saling percaya dan saling bahu membahu dalam urusan rumah tangga merupakan kata kunci kami bisa selamat melalui 3 tahun kebersamaan dengan isteri tercinta. Kehadiran Advaya yang dititipkan Allah SWT kepada kami juga merupakan energi lebih yang memacu untuk lebih ceria menatap masa depan yang lebih baik lagi.
Terim kasih ya Allah, engkau telah memberikan karunia isteri dan anak yang hebat dan terbaik dalam hidupku !
Notes :
Mohon doa restunya, agar pernikahan kami awet, berkah dan selalu rukun ya... :-)
Images : www.associatedcontent.com
1:41 AM | Labels: kisah | 9 Comments
Tidak terima notifikasi di aplikasi facebook Blackberry™
Dua hari yg lalu, saya sama sekali tidak menerima notifikasi apapun via apps faceobook di Blackberry™ . Langkah pertama yg saya lakukan adalah buka setting notifikasi di facebook via PC atau laptop, untuk melihat apakah ada yg berubah di settingannya. Ternyata, oke ² saja. Good !
Langkah kedua, coba cek di setting apps facebook. Ternyata ok jg. Doh..mulai pusing nih. Sekarang trial and error dg cara meremove program apps facebook di Blackberry™ handheld. Install ulang. Eh, tetap juga. Tinggal alternatif terakhir. Jangan ² , yahoo.com-nya. Coba masuk ke setting facebook via pc atau laptop lagi, ganti login yahoo dengan pakai gmail. Save, ok dan voila...ternyata notifikasinya sdh bisa jalan.
Kesimpulannya : account login yahoo sedang bermasalah. Kalau punya pengalaman yg sama yakni notification tdk berfungsi, langkah pertama ganti account login standar di facebook terlebih dahulu. Baru trial langkah lainnya jika tidak bisa.
Semoga berguna !
:: Cahyo - Nurul Wibawa ::
Sent from my handheld on 3/9/2009 at 09:26 WIB.
---------------------
cLiCk our Blog :
nurulwibawacahya.blogspot.com
advayafathin.blogspot.com
9:28 AM | | 7 Comments
2 Thn Advaya, Jagoan Kami
Tepat hari ini, jagoan kami berumur 2 th. Tidak ada acara istimewa terkait dengan moment spesial ini. Hanya berdoa dan berharap, Advaya tumbuh sehat, peduli pada orang lain, jadi anak yang cerdas (sesuai dengan namanya, Fathin) dan sholeh. Mohon doanya yach semoga kami dapat membimbing dan mengantarkan Advaya, sesuai dengan harapan tersebut.....
Selamat ulang tahun Nak ! Ayah dan Bunda bangga sama Advaya !
3:44 AM | Labels: Anak | 6 Comments
Plesiran Tempo Doeloe - Sahabat Museum : Wisata Kota Tua Jakarta
Long weekend ini, saya, isteri dan advaya berkesempatan mengikuti acara yang diadakan oleh komunitas Sahabat Museum. Tepatnya hari Minggu, 25 Januari 2009 dengan start/finish di Museum Bank Mandiri. Meski tidak sampai selesai karena Advaya keburu tertidur di trolly sehingga membuat kami memutuskan untuk segera pulang sebelum selesai, ada beberapa foto yang berhasil kami bidik. Berikut beberapa hasilnya :
Dengan mengikuti acara ini, saya jadi tahu sedikit banyak tentang sejarah Jakarta Tempo Doeloe. Ketika saya melintas di daerah kota Tua Jakarta Kota, sensasinya menjadi lain karena kita tahu latar belakang / cerita di baliknya.
11:05 PM | Labels: Jalan-Jalan | 2 Comments
Pizap.Com : Layanan manipulasi foto online
Iseng-iseng, coba layanan pizap.com untuk manipulasi foto. Sebagai media coba-coba, pakai foto Advaya yang baru saja diambil minggu lalu. Sangat mudah caranya. Tinggal upload foto yang akan dimanipulasi dan setelah itu tinggal drag and drop tool yang telah tersedia lengkap.
Berikut hasilnya :
Daripada penasaran, coba saja langsung ke pizap.com
3:35 PM | Labels: software | 2 Comments
Elpiji (Masih) Langka
Malam itu, si mbak yang biasa memasak di rumah melaporkan bahwa elpiji sudah habis.Tumben, begitu pikir saya. Biasanya, elpiji yang saya beli bisa tahan sampai sebulan (untuk kemasan 12 kg).Ini baru 2 minggu kok sudah habis. Sebelumnya memang tempat belinya hanya di toko kecil dekat rumah. Biasanya saya belinya di Indomaret. Asumsinya, jika beli di toko yang sudah bereputasi, takaran yang diberikan mestinya sudah sesuai. Nah, untuk yang terakhir ini saya memang tidak membeli di toko langganan saya tersebut. Kebetulan karena stoknya sudah habis.
Sehabis maghrib, saya berburu elpiji bersama Advaya dengan mobil karena hujan turun dengan derasnya.Tujuan pertama ke Indomaret tentunya. Eh...habis. Pindah ke toko lainnya, masih tidak dapat juga.Sampai toko ke-4 sudah habis kesabaran saya. Untunglah di toko ke-5, dapat juga elpiji yang saya cari-cari.Begitu tanya harganya,cuma bisa senyum kecut saja... 90 ribu per tabung untuk kemasan 12 kg! Padahal saya belinya cuma 72 ribu dalam kondisi normal. Berarti naik 25% dari harga normal. Karena tidak ada pilihan lain, terpaksa saya beli juga elpiji ini, meski dengan perasaan dongkol.
Link terkait :
- http://akhatam-forum.blogspot.com/2008/12/antrean-pembeli-gas-elpiji-masih.html
- Infrastruktur Elpiji Tak Sinkron dengan Kebijakan Konversi
Foto diambil dari sini
3:12 PM | Labels: Opini, sosial politik | 0 Comments
Car Free Day of Sunday 19 Oktober 2008 : Jl. Danau Sunter Selatan Jakarta
12:41 PM | Labels: perjalanan, photoblog | 3 Comments
Seandainya kunci mobil tertinggal di dalam mobil
Sore kemarin, hp saya menyala. Kakak ipar saya, menelepon kalau mobilnya, Avanza ban bagian belakang kempes di jalan. Pada saat mengambil dongkrak dan peralatan untuk mengganti ban, secara tidak sengaja, kunci mobil tertinggal di dalam mobil. Autolock dari mobil bekerja dan mengunci mobil secara otomatis sehingga pintu mobil pun tidak bisa dibuka. Kebetulan lokasinya dekat dengan kantor dan rumah. Namun mengingat jalan menuju Gunung Sahari macet, saya memilih pulang dulu berganti motor sambil membawa peralatan untuk mengganti ban seperti dongkrak, senter, k unci-kunci dsb.
Dalam kasus seperti ini, berdasar pengalaman, ada beberapa alternatif pilihan untuk mengatasi tertinggalnya kunci mobil di dalam mobil :
1. Panggil mobil derek milik asuransi. Fasilitas ini gratis kalau mobil dicover asuransi.
2. Ambil kunci cadangan di rumah
3. Minta tukang kunci datang dan membandrek kunci
4. Dibuka menggunakan penggaris besi yang panjang (disarankan 1 m)
Untuk kejadian kakak saya ini, point no 1 diabaikan karena mobil kakak saya ternyata sudah tidak diasuransi. Demikian juga untuk point no 2, diabaikan juga karena lokasi tempat tinggal kakak saya terlalu jauh dari lokasi kejadian. Bintaro – Gunung Sahari bukan jarak yang pendek jika harus pulang dulu ambil kunci di rumah. Apalagi jalanan macet pas bubaran jam kantor.
Point no 3, sebenarnya ini yang saya sarankan ke kakak saya. Sayangnya, agak susah mencari tukang kunci di malam hari yang masih buka dan mau mengerjakan pekerjaan ini ke lokasi kejadian. Sebenarnya, ada 1 tukang kunci yakni di dalam pasar Cempaka Putih yang bersedia mengerjakan pekerjaan ini. Tapi hanya mau mengerjakan selepas pukul 9 malam ketika tokonya sudah tutup. Biayanya minta Rp. 100 ribu. Cukup murah untuk ukuran di Jakarta karena berdasar cerita teman, biaya antara Rp. 125 ribu sampai Rp. 150 ribu. Saya lihat jam tangan, ternyata masih pukul 6.30 sore. Terlalu lama kalau harus nunggu pukul 9 malam. Akhirnya alternatif terakhir alias point no 4 yang harus saya pakai. Berikut langkah2 pengerjaannya :
1. Siapkan penggaris besi sepanjang 1 m, senter untuk penerangan, dan 1 set toolkit standar seperti tang, obeng dsb
2. Buka salah satu karet pintu bagian bawah. Disarankan pintu depan, boleh kanan atau kiri. Karena posisi yang memungkinkan di sebelah kiri, untuk kasus kakak saya ini, saya memilih pintu sebelah kiri.
3. Senter posisi lubang di pintu kaca setelah karet dibuka. Ada sedikit pengait kecil yang bila kita tekan menggunakan penggaris, kait tersebut akan turun ke bawah. Dengan turunnya kait ini, tombol lock di mobil otomatis akan terbuka.
Demikian tips singkat, jika mengalami kondisi darurat kunci mobil tertinggal di dalam mobil. Mudah2an bermanfaat.
Coba nulis menggunakan windows live writer.
Ilustrasi diambil dari sini
3:27 PM | Labels: Tips | 20 Comments
Pergi untuk kembali
Yayaya…akhirnya jadi juga saya mengupdate blog ini. Tulisan terakhir diposting pada akhir bulan Januari lalu. Hiatus yang cukup lama memang (sekalian mohon maaf buat rekan-rekan yang sering menanyakan, kapan blog ini diupdate). Bukan apa-apa. Masalah load kerja di kantor lama yang harus segera saya selesaikan sebelum resign dan masuk di kantor baru yang sudah saya jalani hampir 2 bulan terakhir ini menyebabkan blog ini jadi terbengkelai. Kantor baru? Ya, sejak pertengahan bulan Juni lalu, saya keluar secara baik-baik dari kantor yang sudah membesarkan saya sejak 7 tahun lamanya. Awalnya berat melepaskan diri dari lingkungan di kantor lama yang sudah akrab seperti saudara itu. Namun keputusan itu harus saya ambil agar menjadi baik di semua pihak. Dalam bahasa psikologi, saya sudah sampai dalam taraf comfort zone, zona yang sudah enak dan menjadi berbahaya jika saya terlalu lama di tempat lama. Rutinitas dan tantangan yang ada, sudah menjadi menu keseharian yang biasa saja. Saya pun harus memilih dan keputusan yang saya ambil, saya harus keluar dari kantor lama saya itu.
Mudah-mudahan, dengan telah berlalunya masa transisi ini, saya bisa jadi lebih sering mengupdate blog ini. Laptop HP 520 yang selalu saya bawa di dalam ransel kesayangan dan akses Telkomsel Flash yang saya langgani memang bukan jaminan blog ini akan terupdate secara regular. Namun setidaknya, menjadi modal awal saya untuk kembali sering menulis, berbagi bersama teman-teman di dunia blogosphere Indonesia. Doakan yach !
Note :
Pekerjaan yang saya jalani sekarang, masih tetap di dunia otomotif. Hanya beda merek. Dari produk keluaran Jerman, sekarang ke produk keluaran Jepang. Yang pasti, kantor baru ini jaraknya lebih dekat dengan tempat yang saya tinggali.
Image diambil dari sini
8:07 PM | Labels: Blog | 1 Comments
Dan Jakarta Kembali Terendam Air.....
Entah, bagaimana mau melukiskan Jakarta yang tidak nyaman seperti ini. Bencana banjir kembali merendam Jakarta. Persis parahnya seperti tahun kemarin. Dari pengamatan saya di daerah kantor di Daan Mogot, akses jalan kantor ke luar terputus total. Jam 11 siang tadi, saya mencoba menembus banjir hebat di daerah Jakarta Barat untuk sekedar pulang sejenak ke rumah di daerah Kemayoran dengan mengendarai motor Karisma kesayangan karena isteri barusan mengabarkan bahwa air sudah masuk ke garasi.
Perjuangan pertama, lewat Kyai Tapa menuju Roxy. Sampai di kolong Grogol, banyak motor mogok. Ternyata mereka baru saja nekat menembus banjir di daerah Kyai Tapa. Padahal tingginya selutut. Hmm...mencoba lewat depan Citraland dan Univ. Trisakti, sami mawon. Mobil dan motor yang lewat situ dipastikan akan mogok. Saya coba lagi lewat Latumenten, depan Rumah Sakit Jiwa Grogol, kebetulan masih bisa dilewati. Rencana saya akan lewat Jembatan Tiga. Sampai sebelum Pos Polisi Jembatan Tiga, macet total. Air setinggi lutut juga. Akhirnya saya putar balik mencoba lewat daerah Pluit. Eh...lebih parah ternyata. Terpaksa, balik lagi ke kantor. Lewat depan Rumah Sakit Jiwa Grogol, halah..air sudah naik lagi sedikit di atas mata kaki. Jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Motor saya matikan dan saya tuntun. Resiko terlalu besar jika dikendarai. Bisa jebol mesin motor. Oh ya, saya lihat, tol dalam kota di Grogol menuju arah Semanggi, macet total. Orang pada kebingungan mau lewat mana.
Akhirnya saya selamat sampai ke Grogol kembali. Saya putuskan, balik lagi ke kantor. Menunggu keajaiban, mudah-mudahan banjir nanti sore surut. Kebetulan, isteri yang absen ngantor mengabarkan bahwa air di rumah sudah surut. Sepanjang perjalanan di jalan Daan Mogot arah ke Indosiar, saya lihat jalan sepi. Motor dan mobil banyak yang tidak jalan. Orang banyak yang berjalan kaki karena angkot pada tidak mau jalan. Bis Transjakarta juga tidak jalan. Halte-halte busway tutup. Sementara bis reguler biasa juga tidak jalan. Tinggal ojek dan bajaj yang jalan. Namun tarif yang mereka pasang sangatlah tinggi. Menabrak banjir, kata mereka.
Saya pun terkurung di kantor ini. Entah, nanti saya pulang naik apa. Semua akses jalan menuju rumah lumpuh total. Apakah mau jalan kaki lagi seperti kejadian banjir tahun kemarin? Mudah-mudahan tidak... :-(
Note :
Sepanjang perjalanan tadi, saya tidak sempat mengambil foto-foto secara lengkap. Kondisi hujan tidak memungkinkan saya untuk mengambilnya. Namun, saya sempatkan mengambil sebagian foto di lingkungan kantor yang berdampingan dengan studio Indosair di daerah Daan Mogot. Mudah-mudahan, nanti pada saat pulang, saya bisa mengambil foto-foto sepanjang perjalanan pulandan memajangnya di blog ini.
1:34 PM | Labels: Jalan-Jalan, Kemanusiaan | 20 Comments
Nailed Mercedes
A full size Mercedes car is being nailed to the ceilings in one of Moscow airports now. It attracts sights from the people coming through the airport’s lobby and always question arises if it’s safe to walk right under in - or it might occasionally fall on your head? Well, some say that this is not real Mercedes but is made of plastic instead, but if it so then this should be a very precise copy, because all the smallest details, like brake discs etc are perfectly visible.Dapat info dan gambar tersebut dari milis fun on the net
Keren dan cerdas idenya ! :-)
Bos saya sampai minta dicetakkan foto tersebut saking kagum akan idenya.
1:07 PM | Labels: Periklanan | 7 Comments
Berita Kecelakaan Itu
Siang kemarin, saya ditelepon seorang teman kantor yang kebetulan sedang bertugas di Semarang via hp. Dia mengabarkan bahwa isteri saya baru saja menelponnya dan mencari informasi ke teman saya tersebut apa benar saya sedang tugas keluar kantor dan mengalami kecelakaan. Olala...padahal saya pada saat itu sedang di depan komputer mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk di awal tahun. Segera saya hubungi hp isteri saya dan mengkonfirmasi bagaimana bisa isteri saya mendapat kabar bohong itu kalau saya masuk rumah sakit karena kecelakaan (padahal saya sehat dan segar bugar begini pada saat itu).
Ceritanya, siang itu telepon di rumah berdering. Salah satu asisten rumah tangga saya (alias pembantu. Saya biasa menyebut mereka asisten rumah tangga dan memanggil mereka si embak karena sangat menghargai profesi mereka) mengabarkan ke isteri melalui hp kalau baru saja ditelepon oleh seseorang yang mengaku dari RSPP Pertamina dan memberitahukan kalau saya sedang mengalami kecelakaan serta tidak sadarkan diri di rumah sakit. Isteri saya pun panik. Tapi untungnya isteri saya masih sempat berpikir jernih dan berpesan ke si embak agar tenang dan jangan melakukan tindakan apapun. Selanjutnya isteri saya segera telepon ke hp saya. Eh...ndilalah kok pesannya no telpon yang anda hubungi sedang tidak aktif atau di luar service area. Padahal, setengah jam sebelumnya, saya dan isteri barusan saling bertelepon. Dicoba ke telepon kantor, juga sibuk terus. Sempat bertanya langsung via telepon ke RSPP bagian UGD, adakah pasien baru atas nama saya dan dijawab tidak ada. Terus dihubungkan ke bagian rawat inap, juga tidak ada. Bagusnya, rumah sakit dimana pak Harto sedang dirawat tersebut mengingatkan ke isteri saya agar hati-hati karena biasanya seperti ini penipuan. Agak lega isteri mendengar kalau saya tidak ada di daftar pasien di sana. Akhirnya, isteri saya mencoba telepon salah seorang teman saya yang kebetulan sedang bertugas di Semarang seperti cerita awal di atas. Terkuaklah kalau berita tersebut bohong belaka.
Sepulang kantor, saya dan isteri berencana segera menanyakan lebih lanjut berita tersebut. Eh...tapi tunggu dulu. Begitu masuk pintu rumah, dua orang asisten saya di rumah malah terkejut melihat kepulangan saya. Mereka seolah tidak percaya saya sehat-sehat saja. Sampai mereka menangis melihat saya pulang. Terharu mungkin. Segera saya tanyakan salah satu dari mereka yang kebetulan langsung menerima telepon dari orang yang mengaku dari RSPP tersebut. Dari ceritanya, orang tersebut memang mengabarkan kalau saya sedang mengalami kecelakaan dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Selanjutnya, orang tersebut malah menanyakan nama lengkap saya, bekerja di mana, siapa nama isteri saya, berapa nomor hp isteri saya dan data-data pribadi lainnya. Untungnya, si embak saya ini sangat cerdas dengan tidak mengatakan informasi apa pun dan langsung menghubungi isteri saya ke kantor.
Nampaknya, skenario dari penipu yang menelpon ke rumah saya dan membuat cerita bohong tersebut tidak berjalan dengan baik. Dari cerita seorang teman kantor yang pernah hendak ditipu dengan modus demikian, si penipu biasanya lantas menelpon ke salah satu anggota keluarga berdasar data-data yang didapat pada saat mengorek informasi di awal telepon dan biasanya meminta ditransfer sekian juta (teman saya dimintai uang 20 juta) untuk operasi yang harus dilakukan secepatnya. Semuanya dilakukan secepat mungkin dan pihak keluarga biasanya tidak diberi kesempatan untuk berpikir panjang (mereka memanfaatkan situasi yang panik). Alhamdulillah, untungnya semua skenario tersebut tidak sempat terjadi. Gagallah penipu tersebut mengibuli saya dan keluarga.
Dari peristiwa tersebut, saya hanya ambil hikmahnya saja. Saya dan isteri sekarang menjadi lebih berhati-hati dan waspada jika mengendarai motor atau mobil kemana saja. Selalu berdoa agar selalu dilindungi oleh-Nya. Hikmah lain, saya juga punya momentum untuk mengingatkan ke asisten rumah tangga, kalau saya mengingatkan agar mereka waspada di rumah dan selalu mengunci pintu kalau sedang pergi (maklum, sebelumnya mereka hirau akan hal ini karena terbiasa hidup di desa yang aman dan tentram), tidak memasukkan sembarang orang ke rumah dan lain sebagainya itu tidaklah main-main dan serius karena penipu dan perampok di Jakarta ini memang ada dan mereka tidak segan-segan menghalalkan segala cara termasuk membuat berita bohong ke calon korbannya seperti berita saya kecelakaan di atas.
Semoga pengalaman ini bermanfaat buat yang lain dan poin pentingnya : selalu tetap waspada !!
Gambar diambil dari sini
10:56 AM | Labels: Kemanusiaan, sosial politik | 12 Comments
Tolong, bibir saya berdarah
Kejadian konyol itu terjadi Minggu malam tadi (9/12/2007). Ceritanya, setelah menidurkan jagoan saya, Advaya di kamarnya, saya tidak langsung tidur tapi membaca majalah Parents Indonesia yang baru siangnya dibeli oleh isteri saya di Mal Ambasador. Tujuan utamanaya sih, membaca majalah tersebut sambil nungguin Asian Idol di RCTI yang kelihatannya seru acaranya. Lama menunggu acara tersebut, tanpa sadar, saya ketiduran di sofa panjang depan teve sambil wajah saya tertutupi oleh majalah tersebut. Beberapa menit kemudian, saya tersadar sambil menyingkirkan majalah tersebut dari muka. Lho, kok berat banget dan lengket. Ternyata, bagian dalam majalah tersebut yang berbahan kertas glossy (mengkilat) nempel di bibir saya dan susah banget untuk dicabut. Halah..kok bisa ya. Sekuat tenaga, saya tarik majalah tersebut dari muka dan olala...kok terasa perih dan sakit banget. Ternyata, bibir saya berdarah. Damn ! Setelah saya lihat, kulit bibir saya sobek dan menempel di majalah tersebut. Saya pun menjadi panik.
Segera saya berlari ke kamar mandi mencari cermin. Saya lihat darah yang keluar lumayan banyak. Perih dan sakit. Pikiran saya, segera hentikan pendarahan tersebut dengan berbagai cara. Entah, awalnya saya berpikir mau saya kasih Betadine. Tapi, luka ini kan di bibir. Berabe kalau saya kasih Betadine. Segera saya berlari ke kulkas mencari es batu untuk membekukan luka tersebut agar menutup. Tapi, jam 10 malam mengompres bibir saya dengan es batu nampaknya bukan pilihan yang tepat. Bisa-bisa kedinginan saya. Akhirnya saya putuskan minum air dingin yang ada di kulkas. Nyuss...begitu rasanya bibir terasa ketika air dingin beradu dengannya. Ada rasa pahit-pahit sedikit karena darah ikut sedikit terminum. Untuk menghilangkan rasa, saya selingi dengan makan semangka dingin. Uff...untuk sementara darah tidak mengucur lagi.
Setelah tidak terlalu sakit lagi, saya putuskan untuk tidur saja dan tidak jadi melihat Asian Idol.
Mending tidur saja daripada melihat teve sambil menahan rasa sakit, begitu pikir saja. Saya jadi teringat, jangan sampai hal ini menimpa Advaya dan orang lain. Untuk Advaya yang lagi senang-senangnya menggigit dan memasukkan setiap benda ke mulutnya, saya pesan ke pengasuhnya agar lebih waspada terhadap semua hal yang digigit-gigitnya terutama jangan sampai menggigit majalah yang telah membawa korban saya tersebut. Sedangkan untuk pengunjung blog ini, hati-hati terhadap semua bahan kertas majalah. Jangan sampai kejadian ini menimpa anda. Sakit dan perih banget. Sampai sekarang pun rasa sakit tersebut masih terasa kalau dipakai untuk makan dan minum. Cukuplah saya yang menjadi korban.
Moral cerita :
Jangan menyepelekan sesuatu yang terlihat tidak berbahaya. Kertas majalah yang berbahan glossy pun ternyata sanggup mencederai kita. Percayalah !
12:50 PM | | 19 Comments







