Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Ramadhan hari ke-15

Tidak terasa, bulan Ramadhan sudah menginjak hari yang ke-15 hari ini. Artinya sudah separuh perjalanan kita mengarungi perjalanan di bulan yang penuh berkah ini. Apa yang sudah kita kerjakan di separuh bulan yang penuh kemuliaan ini?

Marilah kita berintrospeksi diri. Merenung dan menghayati. Saling mengingatkan diri.
Mumpung masih ada waktu 15 hari ke depan (insya allah, jika diberi umur yang panjang).

Saya sendiri merasa, ibadah puasa di bulan ramadhan tahun ini saya belumlah maksimal. Meski
alhamdulillah sampai detik ini, belum pernah sekalipun tidak berpuasa, namun saya merasa hanya menjalankan ibadah puasa sebatas hal-hal yang tidak membatalkan puasa sendiri saja seperti makan, minum dst. Kualitas ibadah saya masih jauh seperti yang diharapkan.

Masih ada waktu untuk berubah. Masih ada 15 hari ke depan untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini.
Mudahan-mudahan kita sampai pada puncak hari kemenangan itu.

Amin.

Susahnya mencari lembaga zakat yang transparan & accountable

Setiap bulan, saya dan isteri mengeluarkan zakat mal. Sesuai yang diwajibkan dalam agama kami, islam, hanya 2,5 % dari total penghasilan kami sebulan. Dalam hal ini, kami sebisa mungkin tidak akan melupakan kewajiban yang satu ini. Zakat, bagi kami sebagai salah satu sarana mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya kepada kami. Dalam kondisi sekarang, kami merasa cukup, tidak lebih dan tidak kurang atas semua yang telah diberikan oleh-Nya. Percaya atau tidak, dengan rutin berzakat ini, kami selalu diberikan banyak rezeki yang tidak terduga datangnya. Ulama kondang yang sering muncul di televisi pun sering mengatakan tentang hal ini dimana-mana. Bahkan ada sebagian ulama lagi yang mengatakan bahwa zakat yang kita berikan tersebut, dapat memperpanjang umur dan menjauhkan kita dari segala macam musibah yang mungkin akan ditimpakan kepada kita. Wallahu alam bi shawab.

Pada awal kami berzakat, kami mempercayakan pada sebuah lembaga amil zakat yang sangat kondang di kota kelahiran kami, Jogjakarta. Cabangnya juga ada di kota-kota besar lain. Pada awalnya, kinerja lembaga tersebut bagus. Setahun sekali melaporkan laporan keuangan dan perkembangan anak asuhnya. Namun lama kelamaan, jika kami tidak menagih dan meneleponnya secara langsung dari Jakarta, laporan tersebut tidak pernah disampaikan kepada kami. Sampai pada akhirnya, saya dan isteri akhirnya memutuskan tidak lagi menggunakan lembaga amil zakat tersebut. Bukan bermaksud berburuk sangka terhadap lembaga tersebut sebenarnya. Saya yakin lembaga tersebut 1001 % dapat dipercaya. Namun transparansi yang kami inginkan nampaknya belum bisa dipenuhi oleh lembaga tersebut dalam memberikan laporan rutin tahunan atas penyaluran uang yang kami berikan kepada mereka untuk disalurkan kepada yang berhak. Daripada tidak sreg, kami memutuskan untuk mencari sarana lainnya dalam menyalurkan zakat yang menjadi kewajiban kami tersebut.

Selanjutnya kami meminta tolong kepada ayah saya di Jogja untuk mencarikan panti asuhan yang kira-kira kondisinya masih memprihatinkan dan perlu dibantu. Alhamdulillah, dapat. Sebut saja panti asuhan XYZ. Singkat kata, saya berhasil mendapatkan no rekening ketua/pemilik panti asuhan tersebut. Kami pun mencoba mentransfer ke rekening yang diberikan. Ketika kami konfirmasi bahwa kami sudah mentransfer ke rekening yang telah diberikan (kebetulan kok ya rekening pribadi), jawaban dari bapak panti asuhan tersebut adalah terima kasih. Sudah itu saja. Tanpa mengecek kami ini siapa dan darimana pengirimnya. Lebih menyedihkan lagi, sama sekali tidak ada laporannya, apakah uang kami sudah diterima atau belum dan sudah diberikan untuk apa dsb. Mohon maaf, sekali lagi bukan kami tidak percaya pada bapak ketua tersebut. Kami hanya ingin akuntabilitas dan transparansi dalam penyaluran uang yang akan kami berikan. Terlebih lagi, mengapa rekening pribadi yang digunakan dan diberikan kepada kami untuk tempat penampungan sumbangan dari para donatur tersebut? Lagi-lagi kami tidak sreg dengan yang kedua ini.

Terakhir di bulan ini, ibu saya memberikan informasi, bahwa lembaga yang dimaksud sudah ditemukan. Kebetulan, guru mengaji ibu saya tersebut terlibat langsung di dalamnya. Lembaga tersebut siap untuk terbuka dan memberikan laporan penyaluran zakatnya secara rutin kepada kami. Mudah-mudahan, yang terakhir ini, kami bisa sreg dan merasa mantap memberikan sebagian rezeki kami disana. Amin.


Foto : www.islam-relief.com

Disclaimer : Semua tulisan di blog ini adalah pendapat pribadi dan tidak mengatasnamakan siapa pun dan institusi mana pun

Designed by Posicionamiento Web