Showing posts with label televisi. Show all posts
Showing posts with label televisi. Show all posts

Sinetron Intan di RCTI


Pernah lihat sinetron Intan yang ditayangkan oleh RCTI setiap hari dari pukul 18.00 WIB s/d 19.00 WIB? Atau anda malah menggemarinya dengan menontonnya setiap hari tanpa terlewatkan sedetik pun? Terus terang, saya belum pernah lihat sinetron ini dari awal sampai akhir, satu episode pun. Oleh sebab itu, saya pun tidak jelas dan tidak paham jalan ceritanya. Saya melirik sinetron, mungkin hanya sekilas saja waktu stasiun MetroTV, Global TV dan Trans7, menyiarkan berita pada jam tersebut yang diselingi jeda iklan berbarengan. Itu pun hanya sekedar untuk melihat sekilas wajah manis Naysilla Mirdad, pemeran utama sinetron Intan itu. *halah*


Baik, kalau anda belum pernah melihat sekalipun, berikut sedikit bocoran jalan cerita sinetron tersebut dari review-nya di website RCTI (ternyata saduran dari sinetron Korea saudara-saudara. Sama dengan sinetron Buku Harian Nayla yang pernah ditulis om Priyadi di sini. Hehehehe...) :


Kasih adalah puteri dari sebuah keluarga kaya. Kasih jatuh cinta pada Fajar yang berasal dari keluarga miskin, Tapi hubungan mereka tidaka direstui kedua belah pihak.

Suatu hari, Kasih mengetahui dirinya hamil. Fajar bersedia bertanggung jawab. Fajar dan Kasih menikah. Kasih melahirkan seorang bayi yang diberinya nama Intan. Mereka hidup pas-pasan. Fajar memutuskan berhenti kuliah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun malang menimpa Fajar, sebuah kecelakaan merenggut nyawanya.

Suatu hari orang tua Kasih menemukan Kasih. Mereka membawa Kasih dan menikahkannya dengan Dokter Frans. Kasih tak membawa Intan bersamanya (Intan ditinggal bersama Lastri (Ibunya Fajar).

Lastri marah mengetahui pernikahan dan kepergian Kasih. Lastri berfikir, Kasih sudah mengkhianati Fajar, bahkan tega meninggalkan bayinya.

Intan sudah dewasa. Dia tumbuh menjadi seorang gadis yang lugu (Agak sedikit Lemot), baik dan sangat menyayangi Lastri, Lastri sangat protektif terhadap Intan karena dia tidak ingin masa depan Intan rusak seperti masa depan Ayahnya, Fajar.

Ternyata Lastri kecolongan, Intan Hamil. Lastri lalu meminta pertanggung jawaban Ello, teman dekat Intan. Awalnya Ello ragu, karena dia masih kuliah.. tapi akhirnya Ello memutuskan untuk menikahi Intan, walaupun Keluarga Ello menentang.. Setelah menikah Intan pindah kerumah Ello.

Intan yang Lugu memulai kehidupan barunya dengan pak Jamal, Ibu Yana dan dua kakak Ello, Dandy dan Rully.

Kebahagiaan tidak berlangsung lama untuk Intan.. Beberapa hari setelah pernikahannya, Ello mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.. Yana dan Jamal menyalahkan Intan atas kematian Ello.. Intanpun diusir dari rumah Jamal.. Intan emohon pada Jamal untuk menerima dia tinggal dirumah itu, paling tidak sampai anaknya lahir..

Kehidupan Awal Intan dirumah itu tidak mudah, karna Yana bersikap memusuhi Intan, Tapi Intan tetap menghadapi dia dengan sabar dan sayang.. Intan menganggap Yana sebagai pengganti Ibunya yang sudah meninggal.. sifat dan Sikap Intan, akhirnya membuat Yana luluh juga.

Intan yang merasa tidak enak karena sudah menumpang dirumah mertuanya.. ingin membiayai hidup anaknya, memilih bekerja sebagai Sales.. karna pekerjaannya ini, ntan bertemu dengan Rado. Lalu Intan bekerja disebuah salon yang ternyata adalah milik ibunya Rado. Disalon ini, intan bertemu dengan Lila dan Fanny, Lila yang juga menyukai Rado kesal, dan berusaha memisahkan Intan dan Rado..

Sementara itu Kasih yang menderita penyakit Ginjal diharuskan melakukan Transplantasi Ginjal.. Tapi tidak ada satupun donor yang cocok..

Dokter Frans yang tidak mau kehilangan Kasih, akhirnya mencari Intan dengan tujuan meminta Intan mendonorkan ginjalnya untuk kasih.. Lastri sangat marah saat tau hal ini, Intan akhirnya tahu, kalau Kasih adalah ibunya, dan sebenarnya ibunya belum meninggal.. Intan Shock.. Tapi karena kebaikan hatinya, dia bersedia mendonorkan ginjalnya. Tapi keinginannya ini, ditentang oleh Lastri, Rado dan Kasih sendiri.. Bagaimanakah kelanjutan kisah ini, apakah Intan berhasil menyelamatkan Kasih? Apakah hubungan Rado dan Intan berlangsung dengan mulus? Dan apakah Intan dapat meraih cita citanya sebagai seorang penata Rambut?


Bagaimana menurut anda? Ada yang menarik menurut anda dari jalan cerita sinetron tersebut? Oke, di sini saya tidak akan membahas sinetron tersebut apalagi menilainya. Secara saya bukan kritikus, saya juga tidak terlalu suka dengan sinetron Indonesia. Saya hanya ingin bercerita kepada anda tentang fenomena kehebohan sinetron tersebut di kantor saya. Setiap menjelang pukul 16.30, rekan-rekan saya di kantor sudah pada siap buru-buru pulang ke rumah, hanya untuk melihat sinetron Intan di RCTI !! . Jangan sampai terlambat apalagi melewatkan sinetron tersebut semenit pun. Begitu kata teman saya. Halah, kok bisa ?!? Saya sendiri juga heran, apa sih yang istimewa dari sinetron tersebut sehingga banyak orang di kantor saya, baik laki maupun perempuan rela tenggo (bel berdering teng langsung go, pulang) ??. Kata teman-teman saya itu sih, jalan cerita sinetron tersebut bagus dan lain dari sinetron kebanyakan yang banyak ditayangkan di stasiun televisi. Ternyata teman-teman kantor saya tidak sendirian. Di sini, banyak orang yang keranjingan dengan sinetron tersebut. Bahkan, office boy khusus di ruangan saya juga cerita, kalau setiap kali pulang ke rumah, dia selalu bertengkar dengan bini-nya, gara-gara berebut kanal televisi yang menyiarkan Intan di RCTI dengan selera dia yang sama sekali tidak suka dengan sinetron.


Cerita dari rekan kerja isteri saya lebih heboh lagi. Rekan-rekan kerja di kantornya rela pulang lebih malam hanya untuk menonton sinetron Intan di televisi kantor terlebih dahulu. Mereka tidak mau kehilangan moment penting di sinetron yang terlewatkan begitu saja. Bahkan, salah satu rekan kerja isteri saya tersebut, bila pulang lebih cepat dan terlambat sekian menit di jalan serta terlewatkan sinetron tersebut, rela berhenti di warung terdekat langganan dia, sekali lagi, hanya untuk menonton sinetron tersebut (lupa suami dan anak di rumah ??). Opo tumon ??


Saya hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Kok sampai segitunya ya? Pantas saja sinetron di hampir semua stasiun televisi kita, laris manis dan mencapai rating yang baik. Jam tayangnya pun sudah tidak di prime time atau pun jam tayang utama. Pagi, siang, sore dan malam kita bisa melihat tayangan sinetron di televisi kita (mungkin, mengetahui begitu gilanya masyarakat kita dengan sinetron, Astro, televisi langganan berbayar dari negeri jiran, kabranya sampai menghadirkan kanal khusus sinetron yang tayang selama 24 jam !!). Meski tidak sedikit yang mengecam sinetron produk lokal kita karena katanya menumpulkan logika, mengetengahkan kekerasan, tidak mendidik dsb, ternyata suka atau tidak suka, ternyata banyak yang masyarakat kita yang menggandrunginya. Salah satu contohnya ya sinetron Intan tersebut.


Menurut saya, sah-sah saja kita menyukai sebuah tontonan. Namun jika sampai taraf tidak bisa tidur karena ketinggalan beberapa episode atau bertengkar dengan pasangannya atau melalaikan kewajibannya dalam kehidupan berumah tangga, saya pikir hal ini sudah kelewatan.


Sebenarnya, sinetron yang banyak ditayangkan di televisi itu mencerminkan realitas dari kehidupan masyarakat kita atau malah sebaliknya sih ? Karena di komentar beberapa pengunjung di tulisan saya sebelumnya di sini, banyak yang menyatakan, kok ada juga ya anak yang menyia-nyiakan bapaknya seperti di sinetron saja. Jangan-jangan…………………


Ah….anda sendirilah yang menjawabnya. Yang jelas, dari sinetron Intan yang ditayangkan oleh RCTI tersebut, saya paling suka theme song sinetron tersebut yang dinyanyikan oleh grup Letto dengan vokalis Neo (yang katanya anaknya budayawan Emha Ainun Nadjib itu) dengan judul “Ruang Rindu”. Lagu ini selalu diputar di awal dan di akhir sinetron.


Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
jalanku hampa dan kusentuh dia
terasa hangat oh didalam hati
kupegang erat dan kuhalangi waktu
tak urung jua kulihatnya pergi
tak pnah kuragu dan slalu kuingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu mencari makna
tumbuhkan rasa yg sesakkan dada

*
kau datang dan pergi oh begitu saja
smua kutrima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu
*
bertemu



Nah…lagu ini lebih heboh dan lebih mantap menurut saya !!


Note :

Betul juga apa yang ditanyakan oleh mas Abe Poetra. Kok saya jadi sering nulis tentang televisi ya? Mungkin ini sebagai “penebus dosa” karena di waktu kuliah saya dulu di jurusan ilmu komunikasi, tidak terlalu serius menjalaninya. Namun untuk bikin web televisionwatch.org atau sejenisnya, nampaknya saya belum mempunyai kompetensi untuk terjun di situ. Begitu jawaban “ngeles” dari saya, Mas Abe Poetra. Hehehehe...


Foto : Courtessy RCTI

technorati tags:, , ,

Kesimpangsiuran Informasi

Petang kemarin, Minggu 21 Januari 2006, ketika sedang asyik menikmati Bajaj Bajuri edisi Narik Lagi bersama isteri di TransTV, tiba-tiba muncul "gangguan" di tengah-tengah acara sinetron kesukaan kami tersebut. Bukan iklan seperti biasanya. Namun informasi dari BMG yang berupa stop ad berupa tulisan yang mengabarkan bahwa telah terjadi gempa berkekuatan 6,7 SR di Manado Sulawesi Utara dan berpotensi tsunami. Dengan back sound sirine yang berkepanjangan dan berdurasi sekitar 30-40 detik, informasi ini cukup menarik perhatian penonton. Refleks saya raih remote control untuk memindahkan kanal ke stasiun televisi lain. Hmmm…tidak ada informasi apa pun yang saya dapat dari televisi lain. Semua masih riuh rendah dengan acaranya sendiri. Namun tak lama sekitar 10 menit kemudian, saya baca di news ticker atau berita yang diinformasikan berjalan dari kanan ke kiri di stasiun Anteve (per tanggal 19 Januari 2006 kemarin atau hari Sabtu, channel Indovision berbayar di tempat saya, sudah bisa menangkap sinyal Anteve. Hore, saya bisa lihat Dian Sastro di acara Super Milyarder 3 Milyar lagi. Terima kasih Indovision. Mudah-mudahan bukan karena komplain email saya langsung ke manajemen Indovision atau tulisan saya terdahulu tentang menghilangnya channel Lativi) yang inti pesannya sama dengan TransTV.


Pada menit ini, saya masih biasa-biasa saja dengan informasi ini. Namun tiba-tiba di layar televisi SCTV saya, muncul tulisan biru di tengah-tengah yang berasal dari Indovision yang menyatakan informasi serupa namun dengan catatan TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Lho kok beda dengan informasi dari TransTV sebelumnya ?


Kebingungan saya ini lenyap ketika RCTI menayangkan breaking news sekitar pukul 7 dengan pembawa berita, Mbak Chandra Sugarda yang menyatakan bahwa informasi yang terjadi adalah benar dan memang terjadi gempa di Manado yang cukup besar namun tidak berpotensi tsunami. Bahkan Mbak Chandra sampai mengadakan telekonferensi dengan koresponden RCTI di Gorontalo dan menitipkan pesan bahwa gempa yang terjadi disana tidak mengakibatkan tsunami dan masyarakat diharapkan tidak panik.


Saya melihat, kesimpangsiuran informasi ini sangat perlu disesalkan. Informasi yang tidak akurat dan simpang siur ini dapat berakibat fatal bila tidak benar mengolahnya. Kekhawatiran saya terjadi. Dalam berita di kompas.co.id dengan tautan di sini, masyarakat disana sangat panik akan gempa yang terjadi ini. Semua berlari ke arah Tomohon. Jalanan jadi macet dan dilaporkan sempat kacau. Saya jadi teringat kota kelahiran saya, Jogja saat gempa kemarin. Masyarakat serentak berlari ke arah utara atau ke arah Kaliurang ketika terjadi isu akan adanya isu tsunami pasca gempa. Akibatnya banyak orang luka-luka akibat kendaraan saling bertabrakan, kaki keseleo dan terinjak karena berdesak-desakan di jalan dsb. Mudah-mudahan masyarakat di Manado tidak sampai demikian akibat manajemen komunikasi yang buruk dalam menyampaikan informasi tentang gempa dan tsunami ini. Okelah, boleh saja petinggi di di negeri ini berkilah jika benar-benar terjadi tsunami seperti di Pangandaran beberapa waktu yang lalu, mereka pasti yang akan disalahkan. Oleh sebab itu, bilang saja berpotensi tsunami sehingga masyarakat menjadi siap jika benar-benar terjadi tsunami. Jika hal ini yang diinginkan, mestinya, selain memberitahukan lewat media (saya sangat respek dengan cara ini), perlu juga dilengkapi pesan kira-kira seperti ini : Masyarakat dihimbau waspada dan tetap tenang. Tidak perlu panik. Carilah tempat atau bukit yang tinggi. Jangan berdesak-desakan dan ingatlah keselamatan diri anda dan keluarga.


Ketidakprofesionalan dalam mengelola komunikasi ini tidak hanya terjadi di institusi resmi pemerintah saja. Dalam dunia swasta pun di negeri ini, manajemen komunikasi yang profesional juga sangatlah jauh panggang daripada api. Contoh yang paling jelas dan aktual adalah kasus menghilangnya pesawat Adam Air. Manajemen Adam Air terlihat sangat buruk sekali dalam mengelola informasi yang terjadi, day by day. Bola dibiarkan lari liar kemana-mana. Manajemen Adam Air jarang muncul di hadapan publik. Konon, rekan saya yang wartawan pun juga mengeluhkan susahnya mencari narasumber dari pihak Adam Air untuk konfirmasi beberapa berita yang menuntut penjelasan langsung dari mereka. Spekulasi akhirnya merebak dimana-dimana seperti kita ketahui. Oleh sebab itu, saya pun tidak menyalahkan kepada wartawan jika mereka mencari informasi dan berspekulasi sendiri akibat tidak adanya manajemen komunikasi yang tepat dari Adam Air.


Dalam hal ini, tentu saya tidak menggenarisir bahwa semua institusi di negeri ini sangatlah jelek dalam mengelola informasi. Tetap saja, ada beberapa lembaga yang cukup bagus mengelola sebuah informasi, meski dapat dikatakan itu pun belum maksimal. Saya mengangankan, seandainya pemerintah kita memiliki semacam posko atau media center yang siap 24 jam menerima informasi dari sumber terpercaya, mengolahnya secara benar dan akurat selanjutnya menginformasikan kepada masyarakat melalui semua channel komunikasi seperti televisi, radio, web internet dsb, apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana sebaiknya bertindak tentu kepanikan seperti isu tsunami di Jogja dan Manado tersebut tidak akan terjadi. Dalam konteks kasus hilangnya pesawat Adam Air, manajamen Adam Air semestinya segera membentuk satgas begitu musibah itu terjadi atau membentuk semacam media center dengan orang-orang yang pro aktif mencari, mengolah informasi dan membeberkan informasi penting kepada setiap wartawan atau pun keluarga korban yang membutuhkannya sehinga kesimpangsiuran informasi tidak akan terjadi. Dari dua kejadian yang baru saja terjadi diatas, nampaknya kita masih harus banyak belajar lagi tentang bagaimana sebaiknya mengelola komunikasi yang tepat tentang suatu hal terutama dalam kondisi darurat atau krisis.

technorati tags:,

Mengerucutnya kepemilikan media televisi di Indonesia


Sempat melihat acara ulang tahun “Semarak 12 Tahun” Indosiar tadi malam ? Apa pendapat anda? Kalau saya, kesan yang tertangkap adalah acara ulang tahun kali ini bagi stasiun yang sudah cukup lama berkiprah di Indonesia, sangatlah jauh dari image megah dan glamour. Tidak beda jauh dengan acara-acara variety show yang rutin diadakan oleh Indosiar seperti Gebyar BCA, Pesta dan sejenisnya. Bandingkan saja dengan acara ulang tahunnya “Penta5” TransTV yang menginjak usia ke-5 baru-baru ini. TransTV dengan berani menyewa Plenary Hall di JCC Senayan yang harga sewanya saja sangat mahal sekali dan masih ditambah dengan menghadirkan bintang-bintang yang sedang ngetop saat ini. Meski di Indosiar juga menampilkan artis-artis top juga seperti Ungu, Ratu dsb, namun penyelenggaraan acara yang hanya diadakan di studio, menunjukkan bahwa “ada apa-apa di Indosiar”. Indikasi lain bahwa ada efisiensi tayangan glamour di Indosiar terlihat ketika malam pergantian tahun 2006 yang barusan saja kita lewati. Ketika beberapa stasiun lain seperti RCTI menyiarkan acara secara live pergantian detik-detik tahunnya di Ancol yang tentunya dengan biaya yang tidak sedikit, Indosiar cukup puas hanya dengan menayangkan film-film lama yang sudah basi. Ada apa dengan Indosiar ?

Dari informasi yang saya dapat, Indosiar sedang mengalami masalah pendanaan ternyata. Oleh sebab itu, mereka harus mengencangkan ikat pinggang, jika ingin tetap eksis di blantika pertelevisian Indonesia. Banyak pekerja-pekerja handal mereka dibajak dan lari ke stasiun teve lain. Selain itu, banyak sekali karyawannya yang dirumahkan. Kebetulan, salah seorang teman baru di kantor saya adalah korban dari “PHK massal” Indosiar tersebut. Dia sempat bercerita banyak tentang kondisi terakhir di Indosiar. Sempat heran juga, bagaimana bisa sebuah perusahaan yang hebat, besar dan dapat menguntungkan puluhan milyar sebelumnya seperti Indosiar, sekarang kondisinya berbalik 180 derajat dengan merugi bahkan sampai merumahkan karyawannya seperti ini?


Rumor santer yang beredar, Indosiar sedang didekati oleh Group Para (Trans Corp) yakni Chairul Tanjung cs untuk diakuisisi seperti TV7 (sekarang Trans7). Nampaknya Trans Corp belum puas dengan hanya menguasai TV7 saja. Bila rumor ini benar adanya, peta persaingan televisi di Indonesia bisa jadi sekarang hanya dikuasai 3-4 pemilik saja. Grup Anteve salah satunya. Mereka sekarang juga sudah membeli sebagian sahamnya Lativi milik A Latif Corporation. Diyakini sebentar lagi, saham mereka pasti akan menjadi mayoritas di Lativi. SCTV konon juga sudah bergabung dengan JakTV, stasiun TV lokal yang cukup populer di Jabotabek. Raksasa media terakhir tentu saja, MNC Group yang memayungi RCTI, Global TV dan TPI (bagi yang memakai Indovision, dapat menikmati tayangan tambahan dari channel MNC Group yakni, MNC News dan MNC Entertainment).


Apa implikasi bergabungnya kepemilikan media ini? Menurut kacamata saya, kecendurungan ini mengkhawatirkan untuk ke depannya. Salah satunya kekhawatiran yang ada di kepala saya adalah kemungkinan terjadinya arus informasi yang disetir oleh segelintir orang atau pemilik modal. Padahal, kita nyaris sepakat bahwa media memiliki kekuatan yang luar biasa untuk membentuk opini publik. Contoh paling gampang adalah kasus Lapindo. Apakah Grup Anteve berani memberitakan habis-habisan kasus yang terjadi disana disaat kepemilikan medianya masih dipegang oleh you know who-lah. Inilah bahayanya jika media sampai dikuasai oleh segelintir orang dan itu-itu saja. Lebih berbahaya lagi bila segelintir orang tersebut juga menjadi elit politik di lingkaran kekuasaan yang bisa mendikte arus informasi seperti apa yang akan dikehendakinya.

Kekhawatiran saya terjadi pada puncaknya per tanggal 1 Januari 2007 kemarin. Lativi semenjak tanggal tersebut tidak bisa lagi dinikmati oleh pelanggan Indovision (bukannya saya sok kaya dengan berlangganan Indovision ini. Kebetulan daerah rumah saya di pemukiman padat di daerah Kemayoran, tidak bisa menerima sinyal televisi dengan baik akibat banyaknya bangunan tinggi dan cengkeraman BTS menara seluler yang sepertinya, makin menjamur saja. Sinyal televisi yang tertangkap antena UHF bisa sangatlah jelek dan terpaksalah saya harus berlangganan Indovision. Kenapa tidak Kabelvision? Karena komplek perumahan saya dianggap bukan daerah elit yang menguntungkan oleh manajemen Kablevision. Nasib). Perang ini melanjutkan perseteruan sebelumnya yakni pada saat pelanggan Indovision tidak dapat melihat tayangan dari Star Grup (Star Sport dsb) yang akhirnya memaksa pemerintah turun tangan langsung untuk mengakhiri perseteruan ini. Lativi yang dibeli oleh Anteve yang notabene milik Star Grup, akhirnya tidak bisa tayang juga di Indovision sebagai akibat imbas dari perseteruan ini. Demikian sebaliknya juga dengan pelanggan Astro yang dekat dengan Star Grup. Mereka tidak dapat menikmati siaran dari MNC Grup akibat saling black list siaran yang terjadi. Indovision seperti kita tahu, sangat dekat dengan grup MNC. Artinya, sekarang saya dan beberapa pelanggan televisi berbayar itu, hanya bisa menikmati informasi dari stasiun tv nasional beberapa saja. Informasi sudah diatur dan dikotak-kotakkan oleh sekelompok pemilik media yang itu-itu saja. Saya pernah mengajukan komplain secara tertulis via email ke Indovision mengenai hal ini. Seperti biasa, email saya tidak direspon sama sekali. Sigh…

Dengan kondisi seperti ini, sekali lagi yang dirugikan adalah pemirsa televisi Indonesia. Dalam hal ini adalah kita. Hal ini tidak akan terjadi jika kepemilikan media bisa di-share oleh banyak orang dan banyak pemilik. Tentu, akan lebih sulit mengatur arus informasi yang kepemilikannya beragam, bukan ? Terkait dengan hal ini, yang patut diwaspadai ke depannya adalah Pemilu 2009. Bagaimana kalau kepemilikan media yang mengerucut ini, dimanfaatkan oleh golongan atau partai tertentu untuk kepentingan membentuk opini yang menguntungkan bagi mereka sendiri ?. Lagi-lagi, saya hanya bisa berharap, semoga kekhawatiran ini tidak akan terjadi. Yah..semoga…

Empat Mata dan Testimoni di Friendster

Berlanjut dari postingan sebelumnya, saya mencoba invite (baca: invait bukan invit , seperti pengejaan yang diucapkan Thukul pada empat mata edisi Om Roy Suryo itu) friendsternya acara empat mata yang beralamat disini dan ternyata langsung diapprove oleh si empunya empat mata (berani taruhan, pasti bukan mas thukul langsung yang bikin.Lha...menghidupkan laptop saja gak bisa di episode sebelumnya ).

Yang hendak saya sampaikan, ternyata testimoni di friendsternya empat mata tersebut tidak kalah lucu dengan acaranya. Mau bukti? Ini dia :

Testimoni dari Antonioz :

hauhauhauh mas tukul re..re..re...renaldy...
wah 4 mata emang bikin ketawa sampe hampir mati...ratingnya pasti paling tinggi di indonesia...durasinya diperpanjang kalo bisa 24 jam biar moncongnya mas tukul capek hehehe...mas tukul kalo kirim e-mail kasi souvenir dunk..kalo boleh usul souvenirnya moncongnya mas tukul aja biar bisa buat kenang kenangan huahuahuah bercanda loh...sukses terus 4 mata !!!

Testimoni dari FEry :
halooooo mas tukul gimana kabarnya?mas tukul bibirnya makin monyong aja sampe2 kalau nonton 4 mata harus bawa payung soalnya kalo mas tukul ngomong suka muncrat kena rumah saya ga dink mas tukul cuman just kidding.mas tukul saya punya usul bwat kru 4 mata dan mas tukul tolong donk jam tayang 4 mata di rubah dari hari senin-sabtu
biar makin seru euy!!!!!!!! bwat kru tv7 terutama kru 4 mata dan mas tukul yang ganteng yang mirip alas sendal saya semoga jaya terus dan slalu sejahtera.mas tukul tlong ya bacain secepatnya ya.mas tukul udah acara empat mata mas tukul pulang kandang yaa
sory g ada fotonya soalnya saya ganteng nanti mas tukul kesaingan
bye.......byeeeee......

Testimoni dari qsr :
Slamat malam mas pacul kayak tukul,…he2
Gila dan gila komentar tentang empatmata,….
Satu kompleks kos-kosan ga ada yang berani ganti channel…
Semua tertuju pada empat mata di Tv7 atau Trans 7 kalo sekarang…
Wah heboh..baget….pernah satu kali aku ga nonton udah deh ketinggalan bahan omongan,yang ternyata semua pada ngomongin empat mata,nyesel tujuh turunan 4 tanjakan deh kalo ga nonton heee2….mau tahu siapa penggagas acaranya?kok bisa dapetin host dari planet Pluto…”wah hebat
Saran kalo bisa bintang tamunya yang caem-caem..sexy-sexy,hot-hot…biar kami anak kost ga bisa tidur he2…. Salutttt buwat mas reynaldi alias tukul yang muka ndeso rezeki kutho….he2

Bakul jamu naik merci, turunnya lewat bekasi…,
mas tukul memang seksi namun sayang mulutnya bau terasi..”

Testimoni dari taufik :
Ass,, mas tukul!!!!
Gile..gile.. acaranya asyik banget!!!
Kapan bintang tamunya musisi2 rock indonesia?
Bintang tamunya jangan yang seksi terus, suka ga tahan.
Terus jangan yang cakep2, skali-kali bintang tamunya yang jelek kayak mas tukul, contohnya anoa sama kus-kus di sulawesi, kan masih sodara mas tukul!!!!!

Udah ah. Nanti saya dikira ambassador atau duta dari empat mata lagi . Lihat saja testimoni-testimoni lainnya sendiri di sini atau kalau mau add friendsternya di empatmata@tv7.co.id.


Foto : Courtesy Trans7

Empat Mata dan Om Roy Suryo di Trans7



Tadi malam, sebenarnya saya sudah hendak beranjak tidur. Tapi tiba-tiba, telepon genggam saya berdering, menandakan sms masuk. Ternyata dari teman kuliah saya, Om Ndaru yang mengirim sms bunyinya begini,” Teman-teman, saksikan mas Roy Suryo di Trans7 malam ini pukul 22.00 WIB dalam acara Empat Mata bersama Tukul Arwana”. Oh...acara yang lagi terkenal dengan jargonnya," Kembali ke laptop" itu. Sebenarnya saya sudah mengantuk berat. Tapi karena bintang tamunya Om Roy, saya bela-belain nonton deh…(padahal saya jarang sekali nonton acara ini karena pemutarannya malam sekali meski jujur saya suka lihat banyolannya Tukul yang sebenarnya jujur lagi itu-itu saja khas Srimulat,tapi kok tetap lucu ya...).


Selain Om Roy, bintang tamu malam itu adalah Emma Waroka (model sexy yang sering tampil di majalah-majalah dewasa ), Lia Amelia (penyanyi dangdut) dan Cak Lontong (pemeran menteri di acara Republik BBM, Indosiar). Kebetulan, rasa iseng saya sedang kumat sehingga sempat sedikit mencatat dialog malam itu (bahkan saya sempat-sempatin mengambil screenshot acaranya dengan digicam Nikon), meski secara garis besar karena saya tidak sempat merekam videonya. Berikut petikan dialognya.


Reynaldi “Thukul” Arwana (TA) : Selamat malam pemirsa di acara Empat Mata. Karena sekarang Empat Mata sudah di Trans7 maka interiornya saya ubah yang dikerjakan oleh kru-kru saya yang ndeso-ndeso (penonton tertawa, saya juga ). Malam ini kita akan membahas tema 3 G : Gara-Gara Gadget (salah seorang cewek, co-host acara tersebut, masuk ke panggung dan membawakan Thukul HP yang bisa 3G, seperti biasa Thukul dengan sok lugunya tidak tahu apa-apa dengan HP 3 G tersebut. Lucu banget sehingga mata saya ga jadi ngantuk karena ketawa terus ). Ok, tanpa basa-basi, kita panggilkan bintang tamu kita Emma Waroka.


Emma Waroka (EW) masuk ke panggung dan menghampiri Thukul sambil berpelukan. Seperti biasa, penonton heboh….


TA : A (ge) , S(ex), L(ocation) (Thukul menanyakan ini dengan Bahasa Inggris yang lumayan. Hihihi…biasanya salah nih kalo ngeja pake Inggris )

EW : 16 tahun (sambil becanda)

TA : Suka friendster?

EW : Iya, saya punya friendster.

TA : Dimana alamatnya kalo saya mau invid (invite dibaca invid oleh Thukul,

penonton terbahak lagi, termasuk saya )

EW : Ketik saja nama saya belakangnya hotmail.com

TA : Di friendster, majang foto-fotonya yang hot ya?

EW : Ah, nggak juga…masih sebatas wajar kok.

TA : Punya koleksi video yang syur di hape, dengan suami?

EW : Eh..saya belum punya suami. Punya, tapi saya simpan untuk koleksi pribadi dan
di tempat yang aman.

TA : Ok, kita break sejenak dan akan kita tampilkan bintang tamu yang merupakan Pakar di bidang teknologi. Saksikan di empat mata !!


Break…..


TA : Kita panggilkan bintang tamu selanjutnya, Roy Suryo


Roy Suryo (RS) masuk ke panggung diiringi musik James Bond 007 dari band pengiring.


TA : Selamat malam mas Roy. Wah…nama kita mirip-mirip nih. Roynaldi Arwana (hahahahaha….plesetannya bisa aja nih mas Thukul ). Apa kabar mas Roy? Belajar darimana kok bisa menjadi pakar teknologi.

RS : Semuanya berawal dari hobi. Kebetulan saya hobi elektronika, computer, mobil,fotografi dan computer

TA : Nah…ini..orang pinter…makanya sekolah-sekolah..biar pinter kaya mas Roy ini (sambil becanda dengan penonton). Mas Roy ini priyayi lho, beda dengan saya..Kemarin dipanggil Polda untuk kasus ME (Thukul memanjangkannya dengan Mak Erot). Sebenarnya asli tidak sih mas video itu?

RS : Minggu lalu saya memang dipanggil oleh Polda untuk pembuktian atau legalisasi. Biasa, setelah saya menyelidiki, beberapa hari kemudian saya diminta bantuan oleh polisi sebagai saksi. Dari video tersebut terlihat apa merek hapenya, kapan diambil, siapa yang nyebarin…

TA : Siapa yang nyebarin mas? (kejar Thukul)

RS : Sudah ada di polisi semua

TA : Dengan aktivitas seperti ini, apa mas Roy banyak musuhnya, terutama pihak-pihak yang tidak senang dengan anda?

RS : Terus terang tidak ada. Alhamdulillah. Kalau di dunia maya malah banyak tapi tidak mau menampakkan jati dirinya

TA : Ok pemirsa, kita break terlebih dahulu dan kita akan tampilkan bintang tamu selanjutnya.


Break…iklan…


Lia Amelia (LA) masuk sambil menyanyi lagu dangdut (aduh…maaf, saya lupa tidak mencatat judul lagunya nih. Maaf…lupa *gaya mpok minah bajaj bajuri on* ). Setelah selesai, Lia Amelia duduk di samping kiri Om Roy. Sementara Emma Waroka, duduk di sebelah sebelah kanan Om Roy.


TA : Sebagai penyanyi dangdut, kamu ga ikut-ikutan bikin trend bikin video syur?

LA : Ada tapi disimpan buat sendiri.

TA : Sama siapa?

LA : Ya sama oranglah, masak sama kambing…. (hahaha..lucu juga nih penyanyi dangdut satu ini. Sudah ketularan gilanya Thukul kali ya. Hehehehe… )

TA : Kok video ME itu bisa beredar ya ? (tanya ke Om Roy)

RS : Karena kesengajaan. Video di HP kalau karena tidak kesengajaan ga bisa. Misal Bluetooth kalau tidak dihidupkan ya tidak bisa (beredar). Trus kalau mau transfer, harus satu persatu. Misalnya di-crack pun harus di-approve sama pemiliknya dulu.

TA : Pernah lihat situs-situs dewasa (tanya ke Emma Waroka)

EW : Pernah, iseng-iseng aja.

TA : Kalo nelpon dengan hape, apa bisa kelihatan lawan bicaranya?

RS : Bisa. Jadi bisa dimanfaatkan untuk nonton TV, reportase berita dsb.

TA : Kalo selingkuh, ketahuan dong?

RS : Jangan lupa, background dibelakang kita misalnya di tempat mana gitu, bisa kita bikin dan cetak gitu. Jadi gampang saja.

EW : Mahal nggak?

RS : Murah kok.

TA : Ok pemirsa, kita sekarang break lagi dan tunggu bintang tamu selanjutnya, Cak Lontong dari Surabaya


Break pariwara….


Cak Lontong (CL) masuk sambil diiringi musik (halah…lupa lagi mencatat judul lagunya. Kebanyakan ngakak terus sih... ) oleh band pengiring.


TA : Teknologi sudah masuk istana kapan?

CL : Pertanyaannya kadaluwarsa (penonton terbahak lagi. Dasar pelawak…). Sebetulnya, sebelum saya masuk istana, teknologi sudah masuk. Tapi begitu saya masuk (istana), teknologinya keluar lagi…(hahahahaha…lucu tenan iki )

RS : Ada cerita lucu mengenai hal ini. Dulu jaman presiden Gus Dur, pihak istana berencana menggelar internet kecepatan tinggi, 2 MB. Tapi, oleh Gus Dur dilarang dan bicara seperti ini,” Boro-boro 2 MB, 1 MB saja sudah bikin repot”

TA : Apa tanggapan Cak Lontong mengenai hal ini?

CL : Berbahaya………… (karena menyangkut Gus Dur)…(penonton terbahak )

Sebenarnya di istana sudah ada skandal tentang teknologi ini yakni ada pejabat yang nyopet hape. Keterlaluan memang. Untuk menghindari ini, semua hape di lingkungan istana harus poliponik Tapi hape sekarang ini malah lebih maju lagi dan bukan poliponok tapi poligami…… (hahaha..bisa aja nih )

TA : Kenapa sering ada kejadian seperti ini (maksudnya video & foto-foto syur) sekarang? (tanya ke Roy Suryo) Apa karena tidak ada hukumnya?

RS : Ada hukumnya, sayangnya penegakan hukumnya tidak ada di negara kita

CL : Menurut saya salah. Di negara kita, tidak ada hukumnya malah…(hahaha..lucu tenan juga iki )

TA : Bagaimana menurutmu tentang teknologi, menguntungkan atau merugikan? (tanya ke Emma dan Lia)

LA : Menguntungkan

EW : Tinggal bagaimana kita memanfaatkan. Misalnya untuk memperlancar job.

RS : Jangan disalahkan teknologinya…

TA : Bagaimana cara melihat foto itu asli atau tidak? (tanya ke Om Roy)

RS : Dilihat catatan atau metadatanya. Pada saat kita mengambil foto, ada informasi kapan fotonya, jenis fotonya. Bahkan ke depannya akan ada teknologi yang bisa menjelaskan di lokasi mana foto tersebut diambil yakni dari BTS terdekat.

TA : Ok, menarik sekali perbincangan malam ini. Sebelum selesai acara ini, silakan invite (kali ini spelling-nya Thukul sudah benar. Hihihi… ) acara empat mata ini dengan mengetikkan empatmata@trans7.co.id. Kesimpulan acara malam ini adalah gunakanlah teknologi sebaik-baiknya dan janganlah merugikan orang lain. Sampai jumpa di acara empat mata selanjutnya dengan bintang tamu yang heboh-heboh. Selamat malam

Udah ah…kembali ke laptop kerja…


Disclaimer : Semua tulisan di blog ini adalah pendapat pribadi dan tidak mengatasnamakan siapa pun dan institusi mana pun

Designed by Posicionamiento Web